©2019 by Sitor Situmorang. Proudly created with Wix.com

Bicara tentang buruh

Bicara tentang Marsinah

Bicara tentang buruh

Kita mengenang Marsinah:

Mengenang keteladanannya 

mengabdi Kemudian berkorban nyawa

Marsinah kita kenang

sebaik murid hal ajaran

azas perikemanusiaan keadilan

harkat serta martabat buruh

jadi sokoguru masyarakat berdemokrasi

dalam wujud negara RI 45

poros semangat berdikari sekalian pelopor

barisan pendukung emansipasi peradaban

maju sebagai pelaku dan teladan gerakan

pembaharuan masyarakat meninggalkan kekolotan

mengggalang setiakawan dengan segenap

pejuang demokrasi seantero bumi 

siap menghadapi tantangan perjuangan

mengakhiri sistem dan kekuasaan

yang masih belum sedia melepaskan prinsip:

penghisapan manusia atas manusia!

Kota buruh di pinggir Shanghai

Mereka yang berani telah mencipta

dalam angan-angan zaman.

Dalam padang-padang yang luas

serta iklim yang buas,

mereka telah meluku

dan berperang, mengukur nasib

di ujung pedang.

Mereka beranak, bercucu

di padang-padang terbuka,

berselimut angin Utara,

mengarungi samudra khianat dan setia.

Mereka telah mengukur hal ajaib

dan tangis seorang ibu

pada ujung kuku, 

mengikis sisik derita,

mencari sekerat arti

dari sinar matahari dari sorga,

tapi tak kunjung tiba.

Hari ini di pinggir kota baja,

mereka menanam bunga-bunga 

di tapaktangan anak-anak belia

dari proletariat Shanghai,

setia kepada jalan sukar, 

tapi indah dan pasti dari generasi

pembuka jalan Revolusi

Mereka sekarang sibuk mencipta

dalam angan-angan zaman:

Sajak, kota indah,

taman, ya sejarah.........